MAKALAH
KESEHATAN DAN KEBERSIHAN TANGAN
Dosen Pembimbing:
Rani Safitri, S.ST, M.Keb
Oleh Kelompok 1:
1. Alfi Solikhatul Laili (152049)
2. Annisa Fitri Dwi Indaryasih (152050)
3. Atika Sri Rahayu (152051)
4. Ayu Rahma (152052)
5. Bekti Nirmala (152053)
6. Chintya Afrilianti (152054)
7. Defi Oktafia (152055)
8. Dena Fransisca Acmelia (152056)
POLITEKNIK KESEHATAN RS dr. SOEPRAOEN MALANG
PRODI KEBIDANAN
Ta. 2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan yang meliputi kebersihan rambut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal. (Effendi, 1997)
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan kesehatan. Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahauan akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. (Notoatmojo, 1997)
Pengetahuan kebersihan diri sangat dibutuhkan oleh setiap individu dalam mempertahankan kebiasaan hidup yang sesuai dengan kesehatan dan akan menciptakan kesejahteraan serta kesehatan yang optimal, dengan melakukan keperawatan kesehatan diri. Karena dari pengalaman dan penelitian tehadap praktek yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada praktek yang tidak didasari oleh pengetahuan. (Notoatmojo, 1997)
Tubuh kita memiliki bagian yang rentan terhadap persebaran penyakit yakni tangan.
Tangan merupakan bagian transmisi pathogen. Mejaga kebersihan tangan dengan baik dapat mencegah penularan microorganism dan menurunkan frekuensi infeksi nosokomial. Benda-benda yang disentuh setiap hari dapat menjadi tempat berkumpulnya dan bersembunyinya kuman. Kepatuhan terhadap kebersihan tangan merupakan pilar pengendalian infeksi. Teknik yang digunakan adalah teknik cuci tangan 6 langkah. Dalam teknik tersebit dapat menggunakan antiseptic, air mengalir atau handrub berbasis alcohol. Kebersihan tangan merupakan prosedur terpenting untuk mencegah transmisi penyebab infeksi (orang ke orang atau objek ke orang). Banyak penelitian menunjukkan bahwa cuci tangan menunjang penurunan insiden MRSA, VRE di ICU.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari kesehatan dan kebersihan tangan?
2. Apa patofisiologi dari kesehatan dan kebersihan tangan?
3. Apa konsep dasar kesehatan dan kebersihan tangan?
4. Bagaimana cara untuk memelihara kesehatan dan kebersihan tangan?
1.3 Tujuan
1. mengetahui definisi dari kesehatan dan kebersihan tangan,
2. mengetahui patofisiologi dari kesehatan dan kebersihan tangan,
3. mengetahui konsep dasar kesehatan dan kebersihan tangan,
4. mengetahui cara memelihata kesehatan dan kebersihan tangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ruang Lingkup Kesehatan dan Kebersihan Tangan
2.1.1 Definisi
Tangan merupakan media transmisi kuman pathogen, sumber penularan penyakit dari seseorang kepada orang lain. Agar terhindar dari penyakit menular khususnya yang penyebarannya dapat melalui kontak langsung misalnya tangan, maka tangan perlu dijaga kebersihannya. Kebersihan tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun/antiseptik di bawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alkohol. Dalam melakukan tindakan membersihkan tangan ada beberapa bahan yang dapat digunakan, yaitu : air bersih, antiseptik, dan sabun/deterjen.
Air bersih adalah air yang secara alami atau kimiawi dibersihkan dan disaring sehingga aman untuk diminum serta untuk pemakaian lainnya (cuci tangan dan pembersihan alat-alat medis) karena telah memenuhi standar kesehatan masyarakat. Standar tersebut meliputi bebas mikroorganisme bakteri, parasit, dan virus), kekeruhan rendah, dan tingkat minimum disinfektan, bahan kimia inorganik dan organik serta bahan radioaktif. Antiseptik atau bahan kimia antimikroba adalah zat kimia yang digunakan pada permukaan kulit atau jaringan hidup lainnya untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (baik berifat tetap atau sementara) sehingga dapat mengurangi jumlah bakteri secara keseluruhan. Sabun dan Deterjen adalah produk-produk pembersih yang berbentuk batangan, cair, selebaran atau bubuk yang menurunkan tegangan permukaan sehingga membantu membuang kotoran, debu, dan mikroorganisme sementara dari kedua belah tangan.
2.1.2 Tujuan Kebersihan Tangan
Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara. Mencuci dengan sabun merupakan salah satu tindakan dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun atau antiseptik sehingga tangan menjadi bersih dan dapat memutuskan mata rantai kuman penyakit.
2.1.3 Teknik Kebersihan Tangan
Sebelum melakukan kebersihan tangan pastikan perhiasan tidak dipakai termasuk arloji/jam tangan, lakukan teknik mencuci tangan, pengeringan setelah membersihkan tangan menggunakan tissu towel/handuk kertas, handuk kertas harus dalam tetap keadaan bersih dan tidak terkontaminasi, mengeringkan dengan handuk tangan sekali pemakaian.
2.1.4 Jenis-Jenis Kebersihan Tangan
a. Kebersihan Tangan dengan Sabun. Yaitu kebersihan tangan yang dilakukan secara prosedural baik sebelum ataupun sesudah melakukan tindakan yang menggunakan sabun antiseptik dengan kandungan chlorhexidin 2 % dibawah air mengalir jika tangan terkena cairan tubuh pasien.
b. Kebersihan Tangan dengan Handrub. Yaitu kebersihan tangan yang dilakukan secara prosedural baik sebelum atau sesudah melakukan tindakan medis pada pasien dengan menggunakan handrub berbasis alkohol jika tangan terlihat kotor atau terkena cairan tubuh pasien.
2.2 Patofisiologi
Penularan mikro organisme di lingkungan melalui tangan dapat terjadi dengan berbagai cara. Percikan dari udara serta kontak tangan dengan orang lain juga menyebabkan terjadinya pertukaran kuman atau virus. Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa kedua tangan kita merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Itu sebabnya, selain menjalankan gaya hidup sehat, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun akan mengurangi dan mencegah timbulnya penyakit.
Penelitian menunjukkan mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak setiap tahunnya, yakni diare dan infeksi saluran pernapasan akut. Dua penyakit ini dilaporkan membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang.
Beberapa penyakit yang dapat disebabkan karena kebersihan tangan yang kurang teraga adalah sebagai berikut.
1. Diare. Penyakit diare menjadi penyebab kematian kedua yang paling umum untuk anak-anak balita. Sebuah ulasan yang membahas sekitar 30 penelitian terkait menemukan bahwa cuci tangan dengan sabut dapat memangkas angka penderita diare hingga separuh. Penyakit diare seringkali diasosiasikan dengan keadaan air, namun secara akurat sebenarnya harus diperhatikan juga penanganan kotoran manusia seperti tinja dan air kencing, karena kuman-kuman penyakit penyebab diare berasal dari kotoran-kotoran ini. Kuman-kuman penyakit ini membuat manusia sakit ketika mereka masuk mulut melalui tangan yang telah menyentuh tinja, air minum yang terkontaminasi, makanan mentah, dan peralatan makan yang tidak dicuci terlebih dahulu atau terkontaminasi akan tempat makannya yang kotor. Tingkat kefektifan mencuci tangan dengan sabun dalam penurunan angka penderita diare dalam persen menurut tipe inovasi pencegahan adalah : mencuci tangan dengan sabun (44%), penggunaan air olahan (39%), sanitasi (32%), pendidikan kesehatan (28%), penyediaan air (25%), sumber air yang diolah (11%).
2. Infeksi saluran pernapasan adalah penyebab kematian utama untuk anak-anak balita. Mencuci tangan dengan sabun mengurangi angka infeksi saluran pernapasan ini dengan dua langkah : dengan melepaskan patogen-patogen pernapasan yang terdapat pada tangan dan permukaan telapak tangan dan dengan menghilangkan patogen (kuman penyakit) lainnya (terutama virus entrentic) yang menjadi penyebab tidak hanya diare namun juga gejala penyakit pernapasan lainnya. Bukti-bukti telah ditemukan bahwa praktik-praktik menjaga kesehatan dan kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan/ buang air besar/kecil dapat mengurangi tingkat infeksi hingga 25 persen. Penelitian lain di Pakistan menemukan bahwa mencuci tangan dengan sabun mengurangi infeksi saluran pernapasan yang berkaitan dengan pnemonia pada anak-anak balita hingga lebih dari 50 persen.
3. Infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit. Penelitian juga telah membuktikan bahwa selain diare dan infeksi saluran pernapasan penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi kejadian penyakit kulit, infeksi mata seperti trakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan trichuriasis.
2.3 Konsep Kesehatan dan Kebersihan Tangan
Tangan merupakan media transmisi kuman pathogen, sumber penularan penyakit dari seseorang kepada orang lain. Untuk itu kita perlu menjaga kesehatan dan kebersihan tangan dengan baik dan benar. Kesehatan tangan adalah salah satu upaya untuk menjaga kesehatan diri melalui menjaga tangan tetap bersih. Sedangkan kebersihan tangan adalah suatu keadaan di manaa tangan terhindar dari kotoran.
Cara Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Tangan
Untuk menjaga agar tangan tetap bersih cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Jaga agar kuku jari-jari tangan tetap pendek.
2. Tutup luka di tangan dengan bahan kedap air.
3. Selalu bersihkan tangan pada situasi-situasi berikut ini : sebelum dan sesudah menyentuh pasien, sebelum memegang alat/instrumen invasif, baik ketika mengenakan sarung tangan maupun tidak, setelah kontak dengan cairan tubuh atau ekskresi, membran mukosa, kulit yang tidak intak, atau kasa penutup luka, ketika berpindah dari satu bagian tubuh yang terkontaminasi ke bagian tubuh lain dari pasien yang sama, setelah kontak dengan permukaan objek yang bersentuhan dengan pasien (termasuk peralatan medis), dan setelah melepas sarung tangan (steril maupun non-steril).
4. Jika tangan tidak terlihat kotor, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol (alcohol-based handrub). Jika tangan tidak terlihat kotor namun pembersih tangan berbahan dasar alkohol tidak tersedia, cucilah tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.
5. Jika tangan terlihat kotor, atau bila terkena darah/cairan tubuh, atau setelah menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir. Cuci tangan juga dianjurkan bila dicurigai ada paparan terhadap patogen berspora, misalnya pada wabah Clostridium difficile.
6. Sebelum menangani obat-obatan atau menyiapkan makanan, bersihkan tangan dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.
7. Bila di fasilitas kesehatan tidak tersedia keran dengan air bersih mengalir, letakkan ember berisi air bersih di tempat yang cukup tinggi dan berikan keran di dasar ember sehingga air bisa mengalir keluar untuk cuci tangan.
Praktik kesehatan dan Kebersihan Tangan
Kesehatan dan kebersihan tangan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit pada kedua tangan dan lengan serta meminimalisasi kontaminasi silang (misalnya dari petugas kesehatan ke pasien). Indikasi kebersihan dan kesehatan tangan sudah difahami dengan baik, tetapi pedoman untuk praktik terbaik dalam hal ini terus berkembang. Misalnya, pilihan sabun biasa atau antiseptic atau penggunaan penggosok tangan berbasis alcohol bergantung pada besarnya risiko kontak dengan pasien atau tersedianya bahan (Larson, 1995). Anjuran pada petugas kesehatan saat ini adalah:
• Jika kulit rusak atau diperlukan cuci tangan yang sering, sabun lembut (tanpa bahan antiseptik) dapat digunakan untuk menghilangkan kotoran dan debu.
• Apabila dikehendaki efek antimikroba (misalnya sebelum suatu tindakan invasive atau kontak dengan pasien yang rentan seperti AIDS atau bayi baru lahir) penggosok tangan berbasis alcohol tanpa air harus digunakan.
• Di area berisiko tinggi, seperti ruang bedah dan ICU atau unit transplantasi, langkah-langkah penggosokan tangan dengan menggunakan sikat lunak atau spon dalam waktu singkat (setidaknya 2 menit) dapat menggantikan penggosokan keras dengan sikat kasar selama 6-10 menit.
• Untuk petugas yang sering mencuci tangannya (30 kali atau lebih per shift), pelumas tangan dan krim harus disediakan agar dapat mengurangi iritasi kulit.
Salah satu cara untuk menjaga kebersihan tangan adalah dengan mencuci tangan.
Konsep Dasar Mencuci Tangan
1. Pengertian Mencuci Tangan
Mencuci tangan adalah menggosok kedua pergelangan tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan dibilas dengan air mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin.
Cuci tangan dianggap sebagai salah satu langkah paling efektif untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi. Cuci tangan sebaiknya dilakukan sebelum memeriksa atau kontak langsung dengan paien, sebelum memakai sarung tangan bedah steril atau DTT, setelah kedua tangan terkontaminasi (memegang instrumrn yang kotor dan alat lainnya, menyentuh selaput lendir, darah, bagian tubuh lainnya, kontak yang lama dan intensif dengan pasien), setelah melepas sarung tangan.
2. Tujuan Mencuci Tangan
Mencuci tangan merupakan suatu teknik yang paling mendasar untuk menghindari masuknya kuman ke dalam tubuh dimana tindakan ini dilakukan dengan tujuan:
• Menghilangkan kotoran yang melekat di tangan
• Mencegah penyebaran infeksi silang
• Menjaga kondisi tangan agar tetap steril
• Memberi perasaan yang segar dan bersih
3. Indikasi Mencuci Tangan
Dalam kehidupan sehari-hari banyak penyebaran penyakit yang melalui tangan, oleh karena itu berikut indikasi mencuci tangan:
• Sebelum dan setelah kontak dengan kulit bayi atau cairan tubuh
• Sebelum melakukan teknik antiseptic
• Sebelum dan setelah memegang makanan
• Bila terlihat kotor
• Setelah dari toilet
• Setelah kontak dengan peralatan yang kotor atau berpotensi terkontaminasi
• Setelah melepas sarung tangan
4. Prinsip Mencuci Tangan
Dalam mencuci tangan terdapat beberapa prinsip
1) Anggap bahwa semua alat terkontaminasi. Jangan terlalu sering memegang keran, tempat sabun, wastafel, alat pengering, terutama setelah mencuci tangan. Diamjurkan untuk menggunakan tempat sampah yang dapat dibuka tutup menggunakan injakan kaki, keran yang diputar dengan siku.
2) Jangan memakai perhiasan, cincin meningkatkan jumlah mikroorganisme yang ada ditangan. Perhiasan juga menimbulkan kesulitan dalam mencuci tangan secara seksama.
3) Gunakan air hangat yang mengalir, alirannya diatur sedemikian rupa demi kenyamanan, air ynag terlalu panas akan membuka pori-pori dan menyebabkan iritasi kulit. Cegah terjadinya percikan air terutama ke daerah baju, karena mikroorganisme akan berpindah dan berkembang biak di tempat yang lembab.
4) Gunakan sabun yang tepat dan gunakan sampai muncul busa. Sabun akan megemulsikan lemak dan minyak serta mengurangi tegangan permukaan, sehingga memudahkan pembersihan.
5) Gunakan gerakan memutar, menggosok dan bergeser. Gerakan ini mengangkat dan menghilangkan kotoran dan microorganism.
6) Gunakan handuk atau tissue sekali pakai untuk mengeringkan tangan. Handuk sekali pakai ini lebih sedikit menyebarkan microorganism dibandingkan pengering udara panas atau handuk yang digunakan bergantian.
2.4 Macam-Macam Cuci Tangan dan Cara Cuci Tangan
Cara untuk melakukan cuci tangan dapat dibedakan dalam beberapa macam antala lain sebagai berikut:
A. Cuci tangan biasa
Cuci tangan biasa adalah proses pembuangan kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air mengalir.
Peralatan dan perlengkapan
a. sabun biasa/ antiseptic
b. handuk bersih atau tisu
c. wastafel atau air mengalir
Prosedur pelaksanaan
a. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
b. Lepas cincin, jam tangan, dan gelang.
c. Basahi kedua tangan degan menggunakan air mengalir.
d. Tuangkan sabun secukupnya.
e. Ratakan sabun pada kedua telapak tangan.
f. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.
g. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
h. Bersihkan punggung jari dengan gerakan mengunci.
i. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan, lakukan sebaliknya.
j. Bersihkan ujung jari tangan kanan dengan gerakan memutar pada telapak tangan kiri dan lakukan sebaliknya.
k. Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan, dan lakukan sebaliknya.
l. Bilas kedua tangan dengan air mengalir.
m. Keringkan tangan dengan tisu sekali pakai sampai benar-benar kering.
n. Gunakan tisu tersebut untuk menutup keran
B. Cuci Tangan Bedah
Cuci tangan bedah adalah menghilangkan kotoran, debu dan organisme sementara secara mekanikal dan mengurangi flora tetap selama pembedahan.Tujuannya adalah mencegah kontaminasi luka oleh mikroorganisme dari kedua belah tangan. Cuci tangan dengan sabun biasa dan air yang diikuti dengan panggunaan penggosok dengan bahan dasar alkohol tanpa air yang mengandung klorheksidin menunjukkan pengurangna yang lebih besar pada jumlah mikrobial pada tangan, meningkatkan kesehatan kulit dan mereduksi waktu dan sumber daya (Larson dkk 2001).
Peralatan Dan Perlengkapan
a. Sabun biasa/antiseptic
b. Bahan antiseptic
c. Sikat lembut DTT
d. Spon
e. Handuk steril / lap bersih dan kering
f. Wastafel atau air mengalir
Prosedur Pelaksanaan
a. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
b. Lepas cincin, jam tangan dan gelang.
c. Basahi kedua tangan dengan menggunakan air mengalir sampai siku. Gunakan sabun kearah lengan bawah, lakukan hal yang sama pada sebelah tangan.
d. Bersihkan kuku dengan pembersih kuku atur sikat lembut kearah luar, kemudian bersihkan jari hingga siku dengan gerakan sirkular dengan spon. Ulangi hal yang sama pada lengan yang lain. Lakukan selama minimal 2 menit.
e. Membilas tangan dan lengan secara terpisah dengan air yang mengalir, setelah bersih tahan kedua tangan mengarah ke atas sebatas siku. Jangan biarkan air bilasan mengalir ke area bersih.
f. Menggosok seluruh permukaan kedua belah tangan, jari dan lengan bawah dengan antiseptik minimal selama 2 menit.
g. Membilas setiap tangan dan lengan secara terpisah dengan air yang mengalir, setelah bersih tahan kedua tangan mengarah ke atas sebatas siku. Jangan biarkan air bilasan mengalir ke area tangan.
h. Menegakkan kedua tangan kea arah atas dan jauhkan dari badan, jangan sentuh permukaan atau benda apapun.
i. Mengeringkan tangan menggunakan handuk steril atau diangin-anginkan. Seka tangan dimulai dari ujung jari hingga siku. Untuk tangan yang berbeda gunakan sisi handuk yang berbeda
j. Pakai sarung tangan bedah yang steril atau DTT pada kedua tangan.
Gambar Mencuci Tangan
A. Cuci Tangan Biasa
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tangan merupakan media transmisi kuman pathogen, sumber penularan penyakit dari seseorang kepada orang lain. Agar terhindar dari penyakit menular khususnya yang penyebarannya dapat melalui kontak langsung misalnya tangan, maka tangan perlu dijaga kebersihannya. Kebersihan tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun/antiseptik di bawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alkohol. Dalam melakukan tindakan membersihkan tangan ada beberapa bahan yang dapat digunakan, yaitu : air bersih, antiseptik, dan sabun/deterjen.
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan, Rh. 2014. Cuci Tangan. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40863/4/Chapter%20II.pdf. Diakses tanggal 19 Februari 2016
Kesehatan, Artikel. 14 November 2010. Pembunuh Kuman Nomor Satu. https://patofisiologi.wordpress.com/2010/11/14/pembunuh-kuman-nomor-satu/. Diakses tanggal 20 Februari 2016
Liana, Merry. 18 Februari 2012. Konsep Dasar Mencuci Tangan. http://merry-creations.blogspot.co.id/2012/02/konsep-dasar-mencuci-tangan.html. diakses tanggal 19 Februari 2016
Sudarjji, Anastasia Naning. 3 Oktober 2014. Kebersihan Tangan. https://mama0ke.wordpress.com/2014/10/03/kebersihan-tangan/. Diakses tanggal 20 Februari 2016
Tietjen, Linda, Debora Bossemeyer, Noel McIntosh. 2004. Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Diterjemahkan oleh: Abdul Bari Saifudin, Sudarji Sumaprada, Djajadilaga, Budi Iman Santoso. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Wikipedia. 19 oktober 2015. Mencuci Tangan. https://id.wikipedia.org/wiki/Mencuci_tangan. diakses tanggal 20 Februari 2016
World Healt Organization. Pencegahan Infeksi. http://www.edukia.org/web/kbibu/2-1-2-pencegahan-infeksi/. Diakses tanggal 19 Februari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar